Trip to Solo City (The Spirit of Java)
| Patung Pahlawan Slamet Riyadi (salah satu icon kota Solo) |
Solo merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah, kota ini memiliki jargon yang dibuat oleh Presiden Republik Indonesia periode ini, sekaligus mantan Walikota Solo dan juga mantan Gubernur DKI Jakarta (Bpk. Jokowi) yaitu Solo Spirit of Java. Jargon ini dibuat agar kota Solo ini semakin dikenal oleh wisatawan dengan mengusung kota ini dengan budaya jawa yang kental.
Pada City Travel kali ini, saya berkesempatan mengunjungi kota ini dengan menggunakan kereta api dari Jogja, bersama dengan teman saya Valentinus feri. Kalau kita naik kereta api Jogja-Solo hanya cukup merogoh kocek sebesar Rp 6.000 untuk Kereta Prambanan Ekspres.
| Suasana dalam kereta Prambanan Ekspress |
Untuk keretanya lumayanlah, walaupun sedikit panas didalamnya, karena pada siang itu cukup banyak juga penumpang tujuan Solo, sehingga udara didalam jadi gerah karena kereta ini hanya dilengkapi dengan kipas angin, maklumlah karena biayanya juga terhitung murah.
Waktu yang ditempuh dari Jogja ke Solo hanya 45 menit, singkat banget dan gak capek dibanding dengan naik motor, terus kepanasan, dan kena macet di jalan.
Sesampainya di Solo kami berhenti di Stasiun Balapan, kemudian dengan jalan kaki kaki ke tempat wisata pertama yaitu Puro Mangkunegara. Tiket masuk disini hanya Rp 10.000
Pada saat itu tempat ini sudah mau tutup jam operasionalnya sehingga saya dan teman saya tidak jadi masuk tempat ini, untungnya masih sempat foto bangunan luarnya yang kelihatannya cukup megah.
| Puro Mangkunegara Surakarta |
Setelah santai beberapa menit kemudian kami melanjutkan perjalanan kami menuju salah satu pasar yang sangat terkenal yaitu Pasar Triwindu, di pasar ini dijual berbagai macam barang antik. Begitu sampai dipasar ini saya begitu terkesima dengan barang-barang antik yang dipajang, membuat pikiran saya menembus lorong waktu kembali ke masa kecil, dimana barang tersebut pernah saya lihat dan gunakan dulunya.
| Pasar Barang Antik Triwindu |
| Salah Satu Kios di Pasar Triwindu |
Setelah melihat-lihat berbagai macam barang antik di Pasar Triwindu, kami kemudian jalan-jalan di jalan utama kota Solo yaitu jalan Slamet Riyadi. Pedestrian di jalan ini sangat lebar dan bersih serta rindang dengan banyak pohon yang tumbuh, sangat layak bagi pejalan kaki yang ingin menikmati susana kota.